Absen Pada Laga Penting

Pada akhirnya, Italia hanya mampu mendapatkan peringkat ketiga di piala konfederasi tahun dua ribu tiga belas setelah mereka mampu mengalahkan wakil kuat dari Amerika Selatan lainnya, Uruguay dalam babak play-off berita bola dunia. Babak ini bisa dibilang sebagai sebuah pertandingan hiburan semata karena apapun hasil yang mereka dapat, tetap saja gelar juara tidak bisa dibawa pulang oleh tim besutan Cesare Prandelli tersebut. Karena itu banyak sekali tim yang tidak memberikan segala kemampuan mereka alias bermain secara serius pada babak seperti ini.

Namun kebahagiaan Mario Balotelli tidak berlangsung dengan lama sebab tim nasional Italia yang ia bela harus menderita kekalahan pada dua pertandingan berita bola selanjutnya di pergelaran piala dunia tahun dua ribu empat belas waktu itu. Tidak ada gading yang tak retak alias tidak ada sesuatu yang abadi, sebuah pepatah yang agaknya pantas disematkan ke tim nasional Italia setelah menjalani berbagai turnamen dengan hasil yang cukup memuaskan namun tentu saja mereka suatu saat harus kalah dari lawannya, dan Mario Balotelli juga sudah berusaha sepenuhnya.

Selain itu, Mario Balotelli juga mampu menggetarkan jala gawang lawan yang ia hadapi, baik dengan menggunakan kedua kakinya, baik kiri maupun kanan dan melepaskan tendangan keras mamupun dengan kepala dimana pemain sepakbola yang lahir di Palermo, Italia dari keluarga imigran dari Ghana ini juga disisi yang lain mampu mencetak gol dengan kepala atau sundulan keras entah itu dari dalam maupun luar area kotak pinalti. Mario Balotelli juga bisa dibilang sebagai seorang pemain sepakbola yang memiliki kualitas lengkap sebagai seorang pemain sepakbola, sayang perilakunya berbanding terbalik memenangkan treble liga domestik.

Itu adalah kegagalan pertama seorang Mario Balotelli dalam mengeksekusi tendangan pinalti dalamn dua puluh dua kesempatan sebelumnya sebagai seorang pemain sepakbola profesional sepanjang karirnya. Itu tadi sudah dibahas mengenai gaya bermain serta kelebihan maupun kekurangan seorang Mario Balotelli sebagai seorang pesepakbola dan pada kesimpulannya, ia adalah seorang pesepakbola dengan sejuta bakat dan sebenarnya memiliki masa depan yang cemerlang namun karena ketidak disiplinan serta temperamen kasarnya, cahaya yang ada dalam dirinya semakin redup dan tidak secerah dahulu.

Melanjutkan kritikan dari pelatih, pemain, dan media masa diatas, Mario Balotelli juga dianggap memiliki temperamen yang tinggi selain juga sering bersikap arogan di atas lapangan hijau ketika pertandingan mengolah si kulit bundar sedang digelar dan hal ini sangat merugikan tidak hanya dirinya sendiri tapi juga pihak tim secara keseluruhan. Perilaku Mario Balotelli tersebut bisa dilihat efeknya pada sejumlah kartu merah dan juga skorsing maupun denda yang telah ia terima sepanjang masa karir sepakbolanya, dimana ia sampai didepak oleh Manchester City karena kerap absen pada laga penting berita bola indonesia.