Insiden Penyikutan Mario Balotelli

Insiden penyikutan Mario Balotelli oleh Felipe Melo dibagian bahu tersebut bahkan secara tidak langsung menyebabkan keributan pribadi antara punggawa Inter Milan sekaligus rekan pemain sepakbola bernomor punggung sembilan tersebut bernama Thiago Motta dengan penjaga gawang sekaligus juga kapten Juventus dan Italia saat ini, Gianluigi Buffon. Mereka bertengkar karena keduanya tidak rela rekan mereka masing – masing mendapat perlakuan yang tidak seharusnya mereka dapatkan di berita bola, yaitu disikut dan juga diganjar kartu kuning untuk yang kedua kalinya setelah dibeli dari juventus.

Tensi hubungan yang tidak akur antara punggawa Inter Milan dan pelatihnya, Mario Balotelli dengan Jose Mourinho tersebut saat itu mencapai puncaknya pada puncak pergelaran liga Champions Eropa versi UEFA pada leg kedua ketika klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza tersebut bertanding melawan wakil kuat dari Inggris. Chelsea sendiri merupakan sebuah klub berita bola yang pernah diasuh oleh tangan dingin seorang Jose Mourinho dan bisa dibilang mencapai kesuksesan terbaik sepanjang sejarah klub itu berdiri dibawah asuhan pelatih asal Portugal tersebut.

Di pertandingan leg kedua liga Champions Eropa versi UEFA yang mempertemukan wakil Italia Inter Milan melawan raksasa Inggris, Chelsea tersebut sang pelatih Nerazzuri tidak memanggil nama penyerang mudanya, Mario Balotelli untuk masuk ke dalam susunan pemain yang dibawa untuk melakoni pertandingan berita bola indonesia penuh gengsi tersebut. Hal ini tentu saja bermula dari ketegangan keduanya yang sangat sering beradu argumen satu sama lain disamping juga sifat pribadi keduanya yang keras kepala namun Mario Balotelli lebih pantas disalahkan disini karena ia adalah pemain.

Akan tetapi walaupun tanpa kehadiran penyerang berkewarganegaraan Italia dan berdarah Ghana tersebut, Inter Milan tetap mampu memenangkan pertandingan leg kedua liga Champions Eropa versi UEFA melawan Chelsea tersebut yang digelar di kandang tim asal London itu, Stamford Bridge. Hasil positif ini membuktikan bahwa tim sekaliber Inter Milan masih memiliki segudang pemain sepakbola dengan talenta dan bakat serta kelihaian mengolah si kulit bundar yang luar biasa dan tidak hanya bertumpu kepada Mario Balotelli seorang saja seperti Barcelona yang mengandalkan Lionel Messi.

Mario Balotelli kemudian mendapatkan sejumlah kritikan tajam nan pedas dari berbagai pemain sepakbola senior di tim Inter Milan. Bahkan komentar tidak enak juga datang dari kapten mereka yang berkebangsaan Argentina, Javier Zanetti juga pemain bertahan gaek dan veteran yang pernah bertengkar dengan Zinedine Zidane, Marco Materazzi. T idak hanya dari mereka saja, agen Mario Balotelli saja juga merasa tidak nyaman dengan kelakuan pemain sepakbola yang lahir di Palermo, Italia tersebut karena ia selalu saja berbuat onar tanpa memikirkan efek jangka panjangnya.

Selanjutnya pada bulan Maret tahun dua ribu sepuluh, Mario Balotelli lagi – lagi mendapatkan kritikan tajam dari para penggemar Inter Milan sendiri setelah ia secara terang – terangan mengenakan kaus AC Milan yang notabene kedua tim ini bisa dibilang memiliki hubungan yang mirip dengan Real Madrid dan Barcelona, saling bersaing satu sama lain dan juga membenci keduanya. Mario Balotelli mengenakan kaus tersebut ketika ia tampil pada acara setempat di televisi, Striscia la Notizia. Perbuatan tersebut sangatlah tidak profesional serta juga tidak mencerminkan loyalitas terhadap klub.