Kali Ini Lain Ceritanya

Kemudian di tahun dua ribu tiga belas, seorang Gianluigi Buffon sekali lagi didaulat sebagai penjaga gawang terbaik kedua oleh IFFHS, organisasi sepakbola yang bertugas untuk mengarsipkan dan mencatat sejarah serta segala sesuatu berita bola dunia yang terjadi di atas lapangan hijau. Kala itu, penjaga gawang yang lahir di Carrara, Tuscany, Italia ini kalah dari kiper Bayern Munich sekaligus tim nasional Jerman bernama Manuel Neuer. Manuel Neuer sendiri digadang – gadang akan menjadi salah satu penjaga gawang terbaik sepanjang masa mengalahkan Gianluigi Buffon di masa depan laga melawan swedia memberi kegembiraan untuk buffon.

Selanjutnya, Gianluigi Buffon terpilih sebagai bagian dari tim terbaik liga Eropa musim sepakbola tahun dua ribu tiga belas hingga dua ribu empat belas berkat performanya yang sangat spektakuler sepanjang turnamen tersebut berlangsung. Kemudian pada tanggal satu bulan Juli tahun dua ribu empat belas, Gianluigi Buffon kembali menandatangani perpanjangan kontrak denga Juventus yang akan membuat ia bertahan di Turin hingga tahun dua ribu tujuh belas ke depan. Pihak Juventus juga sepertinya memang mengakui kemampuan penjaga gawang berusia tiga puluh sembilan tahun ini dalam mengawal gawangnya.

Pencapaian tersebut juga merupakan clean sheet atau pertandingan tanpa kejebolan satu gol pun seorang Gianluigi Buffon yang ke dua puluh sepanjang tahun dua ribu dua belas. Performa gemilang penjaga gawang yang memiliki tinggi badan seratus sembilan puluh satu sentimeter tersebut merupakan penampilan penjaga gawang terbaik diseluruh Eropa kala itu. Berkat hasil cemerlang tersebut, Gianluigi Buffon terpilih menjadi kiper berita bola terbaik didunia kedua dibelakang Iker Casillas dari Real Madrid, dan mendapatkan penghargaan sebagai kiper terbaik abad dua puluh satu oleh IFFHS juga kompetisi sepakbola yang berbeda.

Apabila ditotal dengan musim sepakbola yang sebelumnya, maka seorang Gianluigi Buffon mampu tampil menjaga gawangnya tetap perawan alias tidak kebobolan sama sekali selama delapan ratus satu menit secara keseluruhan dan pada saat itu, rekor yang satu ini hanya berada di bawah prestasi yang telah dicetak oleh Dino Zoff dan Sebastiano Rossi dimana keduanya adalah penjaga gawang legendaris tanah Italia. Dari sini bisa kita lihat bahwa di masa depan nanti, nama seorang Gianluigi Buffon juga akan disanding – sandingkan dengan banyak kiper legenda lainnya.

Berikutnya pada tanggal dua puluh empat bulan November tahun dua ribu empat belas, Gianluigi Buffon berhasil mencatatkan penampilannya yang ke lima ratus di Serie A Italia. Pencapaian penjaga gawang berita bola indonesia yang lahir di Carrara, Tuscany, Italia tersebut juga dibarengi dengan performa apiknya ketika Gianluigi Buffon berhasil menjaga gawangnya tidak kebobolan dan sekaligus mengalahkan Livorno dengan skor akhir dua kosong. Sebelumnya, Gianluigi Buffon selalu saja meraih hasil yang negatif atau kurang memuaskan ketika dirinya mencatatkan pencapaian pribadi tapi kali ini lain ceritanya.