Kasar Di Atas Lapangan

Komentar mengenai sosok Mario Balotelli yang kontroversial tidak hanya datang dari Roberto Mancini saja tapi juga Jose Mourinho, pelatih Inter Milan yang sempat melatih pemain sepakbola yang lahir di Palermo, Italia tersebut setelah Roberto Mancini didepak oleh pihak klub. Pada bulan Oktober tahun dua ribu dua belas, pelatih berpaspor Portugal ini melontarkan komentarnya mengenai ditransfernya Mario Balotelli dari Inter Milan ke Manchester City bahwa Jose Mourinho bisa menulis sebuah buku berita bola berisikan dua ratus halaman sepanjang dua tahun karirnya bersama Inter Milan dan melatih Mario Balotelli dan pogba tak pernah lupakan jasa juventus.

Akan tetapi, lanjutnya, buku tersebut tidak akan menjadi sebuah cerita drama melainkan sebuah komedi. Hal ini mungkin mengacu kepada kelakuan – kelakuan konyol namun juga merugikan yang kerap dilakoni oleh Mario Balotelli karena semua pelatih yang pernah mengasuhnya dibuat pusing kepalanya oleh pemain sepakbola yang pernah membela Liverpool, Inter Milan, Manchester City, AC Milan, dan Nice tersebut akibat tingkah lakunya mulai dari sering berbuat kasar di atas lapangan, sering bolos latihan berita bola dunia, hingga kegiatannya di luar lapangan hijau yang mengundang kontroversi.

Jose Mourinho masih ingat betul ketika ia masih melatih Inter Milan dan harus bertanding melawan Rubin Kazan pada liga Champions musim dua ribu sembilan hingga dua ribu sepuluh. Rubin Kazan sendiri adalah tim semenjana yang bisa dibilang tidak memiliki prestasi cemerlang sama sekali di kancah dunia pesepakbolaan internasional karena mereka tidak memiliki kucuran dana yang besar seperti tim papan atas Eropa lainnya maupun juga pelatih yang mahir dalam meracik strategi, disamping juga akademi pendidikan berita bola indonesia mereka tidak sehebat Arsenal ataupun Barcelona setelah insiden penyikutan mario balotelli terjadi.

Pada pertandingan antara Inter Milan melawan Rubin Kazan tersebut, Jose Mourinho mengatakan bahwa semua penyerang yang ia miliki kala itu sedang dilanda cedera. Oleh karena itu, pelatih yang sekarang membesut Manchester United tersebut berada dalam masalah besar dan dibuat pusing oleh keterbatasan yang ia miliki apalagi saat itu Mario Balotelli hanyalah satu – satunya penyerang yang tersedia di Inter Milan karena secara mengejutkan ia tidak di skorsing atau diberikan kartu merah di pertandingan sebelumnya, dan ini merupakan hal yang ajaib sekali.

Tapi naasnya bagi Jose Mourinho dan juga Inter Milan kala itu, pemain sepakbola yang memiliki kewarganegaraan Italia dan berdarah Ghana, Afrika tersebut kala itu langsung diganjar kartu kuning di menit keempat puluh dua oleh sang wasit yang memimpin jalannya pertandingan mengolah si kulit bundar di atas lapangan hijau setelah ia melanggar salah seorang pemain Rubin Kazan secara terang – terangan. Memang bukan seorang Mario Balotelli namanya jika ia tidak membuat minimal satu pelanggaran saja ketika turun bermain membela klub apapun itu juga.