Laga Seniornya Yang Pertama

Pada sebuah pertandingan berita bola dunia yang mempertemukan kedua tim cadangan Feyenoord melawan Ajax Amsterdam, Robin van Persie merupakan salah satu pemain sepakbola milik Feyenoord yang diserang oleh para suporter Ajax Amsterdam fanatik yang menerobos masuk kedalam lapangan hijau. Tidak hanya di Indonesia saja, namun ulah suporter yang kasar, tidak sportif, serta main hakim sendiri juga terjadi di Eropa sana khususnya Belanda mengingat penjagaannya yang tidak ketat. Namun untuk masalah ini, Amerika Selatan tetap jagoannya karena mereka sering menyalakan petasan karius ingin bawa 3 poin dari kandang sevilla.

Robin van Persie juga sempat tampil mewakili negaranya Belanda dalam pergelaran piala dunia FIFA selaku federasi yang membawahi seluruh organisasi sepakbola didunia mulai dari tahun dua ribu enam hingga dua ribu empat belas, sekaligus juga piala Eropa UEFA, asosiasi yang membawahi seluruh persatuan sepakbola Eropa mulai dari tahun dua ribu delapan hingga 2012. Seringnya nama Robin van Persie dipanggil seperti ini membuktikan bahwa kualitasnya dalam mengolah si kulit bundar sangatlah dibutuhkan walaupun pada 2016 namanya tidak diikutsertakan dalam pergelaran piala Eropa lantaran didera cedera.

Selanjutnya setelah aktif selama lima tahun membela klub Belanda bernama Feyenoord, Robin van Persie diisukan tidak lagi disukai oleh klub berita bola indonesia yang berlaga di Eredivise Belanda tersebut, Bert van Marwijk. Hal – hal yang bersifat pribadi seperti ini memang tidak jarang sekali mampu mempengaruhi posisi seorang pemain sepakbola didalam tim. Tengok saja misalnya Iker Casillas, mantan penjaga gawang Real Madrid yang diisukan sempat mengalami keretakan hubungan antara pemain dan pelatih dengan Jose Mourinho sebelum akhirnya ia pindah ke Fenerbahce di Portugal berasal dari daratan spanyol.

Saat itu, Feyenoord sedang mengalami krisis pemain berita bola karena sebagian besar punggawa mereka terkena cedera yang datang tanpa diundang pulang tanpa dijemput oleh sang pelatih. Berkat insiden seperti inilah Robin van Persie mampu dipromosikan atau naik ke tim inti klub yang berlaga di Eredivise Belanda tersebut dengan cepat. Terkadang hal seperti ini menjadi sebuah dilema bagi seseorang karena melihat orang lain cedera tidaklah mengenakkan namun disisi lain, ia juga mendapatkan kesempatan emas yang belum tentu akan didapatkan lagi olehnya dikemudian hari nanti.

Dilevel internasional, Robin van Persie pernah membela tim nasional Belanda usia dibawah tujuh belas, sembilan belas, dan juga dua puluh satu tahun. Rentetan penampilan yang fantastis dari pemain sepakbola yang pernah berseragam manchester United ini membuat dirinya dipercaya oleh pelatih untuk melangkah maju bergabung dengan tim nasional senior Belanda pada tahun dua ribu lima dimana ketika itu, Robin van Persie menjalani pertandingan persahabatan melawan Romania sekaligus juga menjadi laga seniornya yang pertama dikancah internasional ketika ia berusia dua puluh empat tahun.