Membutuhkan Bantuan Dari Pebisnis

Akan tetapi kisah ini memiliki akhir atau ending yang bahagia karena Gianluigi Buffon secara mantap dan meyakinkan berhasil mengalahkan rasa depresi yang menerjangnya tersebut tepat sebelum pergelaran piala Eropa tahun dua ribu empat bergulir. Sebagai penjaga gawang dan juga pemain klub sekaliber Juventus, memang sudah tidak seharusnya seorang Gianluigi Buffon bisa semudah itu jatuh ke dalam jurang gelap bernama depresi karena banyak sekali anak – anak kecil dan generasi penerus sepakbola lainnya yang mengidolakan sosok Gianluigi Buffon baik di dalam maupun di luar pertandingan sepakbola.

Setelah bergelut melawan kesulitan keuangan berita bola indonesia, Gianluigi Buffon harus menyaksikan klub asal kampung halaman serta favoritnya semasa kecil tersebut runtuh karena mereka dideklarasikan mengalami bangkrut per tanggal sebelas bulan Maret tahun dua ribu enam belas silam karena kurangnya pendapatan. Salah satu hal yang melatarbelakangi kebangkrutan ini adalah kurangnya ekspos atau promosi dari Gianluigi Buffon maupun pihak lain didalam klub tersebut yang bertanggung jawab selain juga faktor dimana mereka bukanlah tim yang berlaga di panggung utama Serie A Italia.

Astrance Capital tersebut juga mengambil alih perusahaan milik Gianluigi Buffon yang bernama GB Holding dibawah sebuah persetujuan untuk menstrukturisasi ulang hutang milik Zucchi dimana disaat yang bersamaan, Gianluigi Buffon diperbolehkan untuk tetap memiliki lima belas persen saham diperusahaan tekstil tersebut, entah karena dasar kasihan atau rasa hormat tapi didunia bisnis berita bola dunia seperti ini, yang terkuatlah yang hidup dan memakan yang lebih lemah. Mungkin Gianluigi Buffon berpikir untuk mengembangkan bisnis sebagai modal jika ia pensiun dari lapangan hijau nanti kali ini lain ceritanya.

Selanjutnya tidak lama setelah kabar perpisahan Gianluigi Buffon dengan Alena Seredova, penjaga gawang yang merupakan kapten Juventus dan juga tim nasional italia ini dihubung – hubungkan dengan seorang jurnalis, kritikus, serta pembawa acara televisi setempat di Italia sana bernama Ilaria D’Amico. Bukan menjadi rahasia berita bola lagi apabila seorang pemain sepakbola senang sekali memiliki hubungan dengan wanita cantik yang biasanya berprofesi sebagai model, bintang film, atau malah penyanyi sekaligus juga presenter televisi dan tidak terkecuali seorang Gianluigi Buffon.

Gianluigi Buffon sendiri memegang lima puluh persen saham Carrarese bersama dengan Cristiano Licarelli dan Maurizio Milan dimana keduanya merupakan dua orang pebisnis handal dari Italia yang sudah lama malang melintang di dunia pesepakbolaan sekaligus juga dunia bisnis setempat. Harus diakui bahwa pemain sepakbola bukanlah seseorang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi karena mereka pada umumnya harus merelakan meninggalkan bangku pendidikan dari usia muda guna menimba ilmu mengolah atau menghalau si kulit bundar bersama akademi sepakbola pilihan masing – masing sehingga Gianluigi Buffon membutuhkan bantuan dari pebisnis.