Pemain Sepakbola Yang Lengkap

Setelah membahas masa kecil seorang arsene wenger, sekarang kita akan beranjak ke karir bermain sepakbolanya dulu. Lantaran jumlah populasi penduduk duttlenheim sendiri saat itu sangatlah sedikit, hal ini membuat arsene wenger dan kawan – kawan sulit untuk menemukan sebelas (11) orang yang cukup dan berusia sama guna menjalani pertandingan sepakbola. Sang pelatih berita bola yang berjuluk profesor ini sendiri bahkan tidak membela FC Duttlenheim hingga usianya mencapai dua belas tahun (12) karena salah satu faktor diatas itu. Sudah seharusnya bakat dan talenta serta kemampuan seorang pemain diasah sejak ia masih kecil, dan terbukti betapa sulitnya para pemain sepakbola legendaris untuk mengasah kemampuan mereka masing – masing dalam mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau karena alasan ini. Mungkin ini juga yang membuat arsene wenger tidak mampu berkembang sebagai pemain dan memutuskan untuk banting setir hanya menjadi pelapis di barca alcacer ungkap isi hatinya.

Claude Wenger, seorang rekan setim dan juga masih saudara dari arsene wenger bahkan masih ingat kemampuan pelatih klub berita bola dunia yang bermarkas di stadion emirates tersebut ketika masih kecil. Claude mengatakan bahwa arsene wenger tidak memiliki akselerasi serta kecepatan yang mumpuni serta dibutuhkan oleh seorang pemain sepakbola namun disaat yang bersamaan, kekurangan tersebut dapat ditutupi olehnya melalui kemampuannya untuk menjaga bola diantara kedua kakinya yang diatas rata Рrata, lalu juga memiliki visi serta pandangan  yang sempurna diatas lapangan ditambah lagi pengaruhnya yang sangat kuat bagi rekan setimnya. Hal ini juga diamini oleh marcel brandner, presiden dari klub fc duttlenheim saat itu. Apabila dilihat dari sini, maka ia kurang lebih mirip dengan paulinho, gelandang barcelona asal brasil yang juga kerap gagal melakukan giringan terobosan namun hebat dalam urusan adu fisik ngotot menarik lionel messi.

Sebagai seorang anak muda, arsene wenger sendiri diberikan julukan “Petit” lantaran dirinya yang tumbuh tinggi besar ketika usianya masih muda dan berhasil masuk ke tim inti FC Duttlenheim sewaktu pelatih sepakbola kelahiran strasbourg, perancis tanggal dua puluh dua (22) oktober seribu sembilan ratus empat puluh sembilan (1949) tersebut masih berusia sangat muda, yakni enam belas tahun (16). Bukan hanya pada masa lalu saja namun dizaman sekarang ini angka seperti itu juga tergolong sangat muda dan belum ada klub berita bola indonesia besar di eropa yang berani menurunkan pemainnya seusia itu. Lionel Messi sendiri mampu menembus tim inti barcelona ketika dirinya berusia delapan belas (18) tahun, namun salah satu penyebab dirinya terlambat masuk juga lantaran skuad yang bermarkas di camp nou tersebut sudah memiliki barisan pemain sepakbola yang lengkap dimasanya serta memiliki reputasi hebat sebagai salah satu klub terbaik didaratan eropa juga dunia. Ini juga salah satu sebab arsene wenger senang mempromosikan pemain muda karena ia dulunya juga mendapatkan perlakuan serupa.