Rekan Setim Di Manchester United

Tidak hanya sampai disitu saja prestasi AS Monaco saat itu namun tim berita bola indonesia yang diperkuat oleh pemain yang lahir tanggal lima belas bulan mei tahun seribu sembilan ratus delapan puluh satu ini juga mampu mendapatkan prestasi domestik yang tidak jelek, lantaran mereka mampu mencapai babak final di pergelaran piala Coupe de la Ligue sebelum akhirnya tunduk dihadapan Marseille. Rentetan capaian positif ini sekaligus juga menancapkan reputasi seorang Patrice Evra sebagai seorang bek kiri yang mampu tampil menawan ketika mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau ronaldo diambang rekor top skor di laga el clasico.

Setelah mampu tampil secara konsisten dengan AS Monaco, pada tanggal dua puluh empat bulan Maret tahun dua ribu empat Patrice Evra mengalami sebuah cedera dibagian mata kakinya ketika tim berita bola yang ia bela tersebut mengalami kekalahan besar dengan skor empat dua dari raksasa La Liga Spanyol Real Madrid pada leg pertama babak perempat final liga champions Eropa. Didier Deschamps sendiri terpaksa harus memutar otak mencari pengganti pemain sepakbola yang lahir tanggal lima belas bulan Mei tahun seribu sembilan ratus delapan puluh satu ini karena posisinya sangat tidak tergantikan.

Pada musim dua ribu empat hingga dua ribu lima yang baru ini, Patrice Evra mampu tampil membela AS Monaco sebanyak lima puluh dua pertandingan berbeda diberbagai kompetisi. Selain menciptakan rekor jumlah penampilan, Patrice Evra juga sanggup menyumbangkan satu buah gol sekaligus memberikan asis alias umpan berbuah gol sebanyak tujuh buah dan membantu AS Monaco mencapai babak semifinal, baik pada pergelaran Coupe de la Ligue maupun Coupe de France. Penampilan pemain dengan tinggi badan seratus tujuh puluh empat sentimeter ini kerap konsisten dari satu laga ke laga lainnya membela tim nasional meksiko.

Patrice Evra sendiri sering kali berterima kasih kepada sosok seorang Didier Deschamps yang saat itu berhasil mengolah pemain sepakbola kelahiran lima belas bulan mei tahun seribu sembilan ratus delapan puluh satu tersebut sebagai seorang pemain bertahan berita bola dunia yang lebih baik setelah pada awalnya pelatih tim nasional Perancis sekarang tersebut menjelaskan kepada seorang Patrice Evra betapa tidak menyenangkannya untuk mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau pada posisi tersebut. Mungkin disini Patrice Evra menjadi tertantang dan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Sang Patrice Evra sendiri selanjutnya mampu mencatatkan debut alias penampilan perdananya di kancah liga champions Eropa pada tanggal tujuh belas bulan September tahun dua ribu tiga. Kala itu, pemain sepakbola yang lahir di Senegal dan besar di Perancis ini mampu tampil pada laga pembuka AS Monaco di turnamen tersebut ketika mereka harus berhadapan melawan wakil dari daratan Belanda PSV Eindhoven. PSV Eindhoven sendiri saat itu masih diperkuat Ruud van Nistelrooy, dimana Patrice Evra akan bertemu dengannya dan menjadi rekan setim di manchester united nanti.